Kapolri Mutasi 424 Pati-Pamen, Brigjen Pol Hengki Haryadi Jadi Kapolda Papua Barat Daya

0
Screenshot_20260831_134235_Chrome

KABARPOLRI – COM – JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melakukan rotasi dan mutasi terhadap 424 Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) Polri.

Mutasi tersebut tertuang dalam tiga Surat Telegram Kapolri yang diterbitkan pada 30 Agustus 2026, yakni ST/1877/VIII/KEP./2026, ST/1878/VIII/KEP./2026, dan ST/1879/VIII/KEP./2026.

Dari total 424 personel yang dimutasi, sebanyak 344 personel mendapat promosi atau penempatan pada jabatan baru. Sementara lainnya mendapat penugasan dalam rangka pendidikan, penyelesaian pendidikan, hingga memasuki masa pensiun.

Rotasi tersebut mencakup sejumlah jabatan strategis di tingkat Mabes Polri maupun kepolisian daerah, termasuk posisi kepala dan wakil kepala kepolisian daerah.

Hengki Haryadi Jadi Kapolda Papua Barat Daya
Salah satu rotasi jabatan tersebut yakni penunjukan Brigjen Pol. Hengki Haryadi sebagai Kapolda Papua Barat Daya.
Hengki sebelumnya menjabat Wakapolda Riau. Ia menggantikan Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru yang mendapat penugasan sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I pada Sespim Lemdiklat Polri.

Sementara jabatan Wakapolda Riau yang ditinggalkan Hengki diisi Brigjen Pol. Simson Zet Ringu yang sebelumnya menjabat Wakapolda Gorontalo.
Adapun posisi Wakapolda Gorontalo selanjutnya ditempati Kombes Pol. Dedy Suhartono yang sebelumnya bertugas di lingkungan Korlantas Polri.

Hengki memiliki pengalaman dalam penanganan sejumlah perkara yang melibatkan kelompok Hercules Rosario de Marshall. Saat menjabat Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat pada 2013, Hengki terlibat dalam penanganan kasus pemerasan dan kekerasan yang dikaitkan dengan kelompok tersebut.

Polisi saat itu menangkap Hercules bersama sejumlah orang lainnya di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Pada 2018, ketika menjabat Kapolres Metro Jakarta Barat, Hengki kembali menangani perkara yang melibatkan Hercules. Polisi mengamankan Hercules yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan penyerangan dan penguasaan lahan di Kalideres, Jakarta Barat.

Yudo Hermanto Pimpin Polda Sulawesi Utara
Rotasi juga terjadi di Polda Sulawesi Utara. Brigjen Pol. Yudo Hermanto yang sebelumnya menjabat Karopaminal Divpropam Polri ditunjuk sebagai Kapolda Sulawesi Utara.

Yudo menggantikan Irjen Pol. Roycke Harry Langie yang mendapat penugasan baru sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi atau Astamaops Kapolri.
Roycke menempati posisi tersebut menggantikan Komjen Pol. Muhammad Fadil Imran yang dimutasikan sebagai Pati Stamaops Polri dalam rangka pensiun.

Sejumlah Wakapolda Berganti
Pergantian juga terjadi pada posisi Wakapolda Maluku Utara. Brigjen Pol. D.I. Susetio Cahyadi ditunjuk sebagai Wakapolda Maluku Utara menggantikan Brigjen Pol. Stephen Maleachi Napiun.
Stephen selanjutnya mendapat penugasan sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.

Jabatan Strategis Mabes Polri
Di tingkat Mabes Polri, Irjen Pol. Jawari ditunjuk sebagai Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM). Ia menggantikan Irjen Pol. Anwar yang dimutasikan sebagai Pati SSDM Polri dalam rangka pensiun.

Kemudian, Irjen Pol. Ruslan Ependi dipercaya menjabat Koordinator Staf Ahli Kapolri (Koorsahli). Ia menggantikan Irjen Pol. Herry Rudolf Nahak yang dimutasikan sebagai Pati Sahli Kapolri dalam rangka pensiun.

Sementara itu, Kombes Pol. Ian Rizkian Milyardin mendapat penugasan sebagai Kepala Pelayanan Markas (Kayanma) Polri.
Polri Sebut Mutasi Bagian dari Pembinaan Karier
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan rotasi dan mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus pembinaan karier personel.
Menurutnya, penempatan perwira pada jabatan baru dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kompetensi, pengalaman, dan tantangan tugas.

“Mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel. Penempatan pada jabatan baru tentunya telah disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, kompetensi, serta tantangan tugas yang dihadapi,” ujar Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Senin (31/8/2026).

Johnny meminta para pejabat yang memperoleh penugasan baru segera beradaptasi dengan lingkungan kerja masing-masing dan melanjutkan program yang telah berjalan.
“Setiap jabatan merupakan amanah dan tanggung jawab. Kami berharap para pejabat yang mendapat penugasan baru dapat segera beradaptasi, melanjutkan program yang sudah berjalan, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan mutasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas, memperkuat kepemimpinan, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

“Pada prinsipnya, seluruh proses mutasi ini merupakan bagian dari upaya organisasi untuk terus meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas, memperkuat kepemimpinan, dan memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat,” ujar Johnny.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!