Habib Aboe Apresiasi Polda Kalsel Ungkap Jaringan Narkoba Lintas Provinsi

0
IMG-20260804-WA0004

KABAR POLRI – COM – BANJARMASIN – Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi mengapresiasi Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Selatan yang mengungkap jaringan peredaran narkotika lintas provinsi hingga internasional.

Apresiasi itu disampaikan Habib Aboe saat menghadiri pemusnahan barang bukti narkotika yang dilakukan Polda Kalimantan Selatan. Ia menilai pengungkapan tersebut menjadi bukti keseriusan Polri dalam memberantas peredaran narkotika.

“Saya selaku mitra kerja, atas nama Anggota Komisi III DPR RI, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan rasa bangga saya atas capaian luar biasa yang ditunjukkan oleh jajaran Ditresnarkoba Polda Kalimantan Selatan,” kata Habib Aboe.

Dalam kegiatan tersebut, barang bukti yang dimusnahkan mencapai 172,4 kilogram sabu dan 556 butir ekstasi. Barang bukti itu berasal dari 26 laporan polisi dengan total 39 tersangka yang telah diamankan.

Menurut Habib Aboe, pengungkapan kasus tersebut diperkirakan telah menyelamatkan 863.033 jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkotika. Selain itu, negara juga berpotensi menghemat biaya rehabilitasi hingga Rp4,3 triliun.

Sementara nilai barang bukti narkotika yang dimusnahkan diperkirakan mencapai sekitar Rp311 miliar.
Habib Aboe mengatakan pengungkapan jaringan narkotika tersebut tidak boleh dipandang sebagai kegiatan penegakan hukum rutin. Menurutnya, narkotika merupakan kejahatan luar biasa yang dapat mengancam masa depan generasi muda hingga ketahanan nasional.

“Ditresnarkoba Polda Kalsel telah membuktikan kerja kerasnya dalam membongkar jaringan peredaran gelap narkotika lintas provinsi hingga internasional. Ini adalah capaian yang patut diapresiasi,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa dampak penyalahgunaan narkoba tidak hanya dirasakan individu, tetapi juga dapat merusak keluarga dan mengancam stabilitas sosial serta ekonomi.

“Kita harus sadar betul bahwa narkoba adalah musuh bersama dan ancaman nyata bagi keberlangsungan bangsa. Narkoba adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang tidak bisa kita beri ruang sedikit pun,” tegasnya.

Politikus PKS tersebut juga mendorong penguatan sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, DPR RI, dan masyarakat untuk memutus mata rantai peredaran narkotika.
“Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, DPR RI, dan seluruh lapisan masyarakat adalah kunci utama untuk memutus mata rantai peredaran barang haram ini,” kata Habib Aboe.

Ia pun menyampaikan penghargaan kepada jajaran Polda Kalimantan Selatan atas upaya pemberantasan narkotika.
“Selamat dan terima kasih kepada Polda Kalimantan Selatan beserta seluruh jajaran atas dedikasi tanpa lelah demi menjaga Banua kita tercinta tetap aman dan bersih dari narkoba,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!