Bertempat di Kemenko Polkam, Danpas Brimob 1 Bersama Instansi Terkait Ikuti Rakor Persiapan Pembentukan Desk Koordinasi Aceh Dalam Rangka Penguatan Stabilitas Politik dan Keamanan
Kabarpolri.com. JAKARTA – Dalam upaya memperkuat landasan keamanan dan ketertiban serta stabilitas politik di wilayah Aceh, digelar Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Pembentukan Desk Koordinasi Aceh yang berlangsung di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam), Jakarta, pada Rabu (19/08/2026). Rapat ini menjadi langkah strategis dan awal yang krusial dalam menyatukan visi serta langkah seluruh elemen bangsa dalam menjaga kondusivitas di wilayah Aceh.
Pelaksanaan Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Komandan Pasukan Brimob 1 Korps Brimob Polri, Brigjen Pol. Anang Sumpena, S.H. beserta perwakilan dari berbagai instansi terkait, antara lain unsur Kemenko Polkam, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Hukum dan HAM, Badan Intelijen Negara (BIN), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta perwakilan Pemerintah Aceh dan lembaga-lembaga lainnya. Kehadiran beragam pihak ini mencerminkan komitmen bersama bahwa penanganan situasi di Aceh adalah tanggung jawab kolektif yang memerlukan sinergi lintas sektor dan lintas lembaga.
Dalam pembukaan rapat yang dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Kemenko Polkam, Mayjen TNI Heri Wiranto dan dari Kemendagri Dr Sumule Tumbo (Direktur Penataan Daerah, Otsus dan DPOD Ditjen Otda) disampaikan. bahwa pembentukan Desk Koordinasi Aceh bukan sekadar bentuk organisasi baru, melainkan sebuah wadah kerja sama yang dibangun untuk menyelaraskan berbagai kebijakan, program, serta langkah operasional dalam rangka menjaga dan meningkatkan stabilitas politik, keamanan, serta ketertiban umum di Provinsi Aceh. Mengingat keragaman tantangan yang dihadapi wilayah tersebut, mulai dari aspek sosial, politik, ekonomi, hingga keamanan diperlukan pendekatan yang menyeluruh, terkoordinasi dengan baik, dan berkelanjutan.
Komandan Pasukan Brimob 1 Korbrimob Polri, Brigjen Pol. Anang Sumpena, S.H. kepada awak media ini, Kamis (20/08/2026) menyampaikan dukungan penuh dan kesiapan jajarannya untuk menjadi bagian dari upaya besar ini.
“ Kami menyadari bahwa tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak dapat dilakukan sendirian. Diperlukan kebersamaan, saling percaya, dan kerja sama yang erat antar-instansi, antara pusat dan daerah, serta antara aparat keamanan dengan seluruh komponen masyarakat “, ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kehadiran pihaknya dalam rapat ini adalah wujud nyata komitmen Korps Brimob Polri untuk selalu siap ditempatkan di garis terdepan dalam menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keselamatan masyarakat.
“ Kita siap berperan aktif dalam Desk Koordinasi Aceh, baik dalam hal penyediaan data dan informasi yang akurat, kesiapan personel untuk mendukung tugas pengamanan, maupun partisipasi aktif dalam menyusun langkah-langkah strategis yang humanis, partisipatif, dan berkelanjutan ,” tambahnya.
Dalam sesi diskusi, para peserta rapat saling bertukar pandangan mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan persiapan pembentukan desk tersebut, mulai dari landasan hukum, ruang lingkup tugas, struktur keanggotaan, mekanisme kerja, hingga rencana program prioritas yang akan dijalankan. Berbagai masukan konstruktif muncul, antara lain perlunya pendekatan yang mengedepankan dialog dan penyelesaian damai, perlunya perhatian terhadap aspek kesejahteraan masyarakat, serta pentingnya melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan elemen-elemen adat yang ada di Aceh.
Ditekankan pula bahwa penguatan stabilitas politik dan keamanan di Aceh harus diupayakan dengan tetap menghormati kearifan lokal, nilai-nilai agama, serta peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk Undang-Undang tentang Pemerintahan Aceh. Hal ini dimaksudkan agar setiap kebijakan yang diambil dapat diterima dengan baik oleh masyarakat dan benar-benar dirasakan manfaatnya dalam meningkatkan kualitas hidup serta kedamaian bersama.
Rapat koordinasi ini menghasilkan kesepakatan-kesepakatan penting, antara lain penyusunan kerangka kerja sama yang lebih rinci, pembentukan tim penyusun konsep operasional, serta penetapan jadwal tahapan selanjutnya menuju resmi berfungsinya Desk Koordinasi Aceh. Seluruh peserta menyatakan komitmen untuk terus berkoordinasi, berkomunikasi secara terbuka, dan bekerja sama dengan semangat persatuan Indonesia.
Di akhir kegiatan, disampaikan bahwa upaya ini adalah bukti nyata kepedulian negara dan seluruh elemen bangsa untuk terus mewujudkan Aceh yang damai, aman, adil, dan sejahtera. Dengan semangat kebersamaan dan kerja sama yang tulus, diharapkan Desk Koordinasi Aceh nantinya dapat berfungsi secara optimal menjadi wadah yang menjaga kestabilan sekaligus mendorong kemajuan di Aceh (hy/af/mn).
