Raih Skor 88,21% Predikat Sangat Baik, Brigjen Pol Fadillah Tutup Wasdal II di PT. Bukit Asam
kabarpolri.com – TANJUNG ENIM – Ketua Tim Audit “SMP” Korsabhara Baharkam Polri secara resmi menutup kegiatan Pengawasan dan Pengendalian II Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan Objek Vital Nasional, di PT Bukit Asam (Persero) Tbk Unit Pertambangan Tanjung Enim, Kamis (13/8/2026)
Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari ini ditutup dengan Closing Meeting di Gedung Grha PT Bukit Asam. Turut hadir Penanggung Jawab Wasdal II Brigjen Pol. Fadillah Zulkarnaen, S.I.K., Ketua Tim Kombes Pol. Yuli Kurnianto, S.I.K., dan General Manager Tanjung Enim Mining Site Bapak Satria Wirawan.
Dalam paparannya, Ketua Tim Wasdal II menyampaikan hasil penilaian komprehensif dengan capaian skor 88,21% dan predikat “Sangat Baik”.
Penekanan Menuju Resertifikasi 2027
Brigjen Pol. Fadillah Zulkarnaen, S.I.K. selaku Penanggung Jawab Wasdal II menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut.
“Wasdal II ini adalah batu pijakan penting sebelum Audit Resertifikasi 2027. Kami tekankan 3 hal: Pertama, segera buat rencana aksi terukur untuk menyelesaikan seluruh temuan. Kedua, jadikan hasil ini bahan evaluasi agar pada resertifikasi nanti PT Bukit Asam tidak hanya mempertahankan predikat, tapi bisa lebih optimal. Ketiga, pastikan keamanan bukan hanya administrasi, tapi sudah menjadi budaya kerja di seluruh lini,” tegas Brigjen Pol Fadillah.
Komitmen PT Bukit Asam
Bapak Satria Wirawan, General Manager Tanjung Enim Mining Site, menyampaikan terima kasih atas bimbingan Tim Wasdal. Pihaknya berkomitmen menindaklanjuti semua temuan, mempercepat pemenuhan standar Gada Pramata, Gada Madya, Gada Utama, serta membenahi sarana pengamanan seperti rambu, plang Obvitnas, dan jalur evakuasi.
“Target kami adalah menjadikan PT Bukit Asam sebagai _Best Smart_ Sistem Manajemen Pengamanan di Indonesia,” ujar Satria Wirawan.
Mengapa SMP Penting bagi Pengelola Obvitnas dan Negara?
Sistem Manajemen Pengamanan Obvitnas bukan sekadar pemenuhan regulasi. Bagi pengelola Obvitnas seperti PT Bukit Asam, SMP berfungsi sebagai:
1. Tameng Risiko: Mengidentifikasi, mencegah, dan menanggulangi ancaman sabotase, terorisme, pencurian, dan gangguan operasional.
2. Standar Tata Kelola: Memastikan seluruh unsur pengamanan dari kebijakan, SDM, sarana, hingga prosedur berjalan terukur dan terdokumentasi.
3. Jaminan Kontinuitas Usaha: Dengan terjaganya aset vital, maka produksi batu bara sebagai sumber energi nasional dapat berjalan tanpa gangguan.
Bagi Negara, SMP Obvitnas memiliki peran strategis dalam:
1. Menjaga Ketahanan Energi Nasional: PT Bukit Asam adalah salah satu penyangga utama pasokan energi dan ekspor. Gangguan di Obvitnas berdampak langsung pada stabilitas ekonomi dan kelistrikan nasional.
2. Melindungi Aset Vital Negara: Mencegah kerugian negara akibat gangguan keamanan yang dapat mencapai triliunan rupiah.
3. Mewujudkan Keamanan Nasional: Obvitnas yang aman berarti rantai pasok energi, industri, dan hajat hidup orang banyak tetap terjaga.
