Edi Saputra Hasibuan: Surpres Pergantian Kapolri Jangan Menjadi Komoditas Kepentingan Politik
kabarpolri.com – Jakarta, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Saputra Hasibuan menduga ada kelompok politik tertentu yang secara masif terus menggaungkan isu Surat Presiden (Surpres) agar Presiden Prabowo Subianto segera mengganti Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Presiden sejauh ini diyakini tidak akan melakukan pergantian Kapolri sampai tiba waktu yang tepat.
“Kita percaya sosok Kapolri masih sangat dibutuhkan Presiden karena kinerjanya baik. Presiden tidak akan terpengaruh dengan tekanan politik dari pihak mana pun. Derasnya isu surpres pergantian Kapolri kita harapkan tidak akan mengganggu kinerja Kapolri dan sebaliknya kita dukung Kapolri menujukkan kinerja semakin baik dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” katanya, Selasa (11/8/2026).
Dosen Program Pascasarjana Universitas Bhayangkara Jakarta itu menilai posisi Kapolri tidak seharusnya menjadi objek tarik-menarik kepentingan politik maupun kelompok tertentu. “Kita harus memastiksn bahwa stabilitas kepemimpinan Polri harus kondusif dan terbebas dari politik agar agenda pemerintah berjalan tanpa gangguan,” paparnya.
Anggota Kompolnas periode 2012 – 2016 ini menegaskan, pergantian Kapolri merupakan kewenangan konstitusional Presiden dengan mekanisme yang telah diatur dalam peraturan perundang- undangan. Karena pergantian kapolri tentu didasarkan pada kebutuhan organisasi, evaluasi kinerja, serta kepentingan nasional dan bukan karena tekanan atau opini yang sengaja dibangun secara masif oleh kepentingan politik.
Untuk itu, Edi mengingatkan semua pihak tidak menjadikan isu pergantian Kapolri sebagai komoditas politik untuk menciptakan kegaduhan dan keresahan di tengah masyarakat. “Kita percaya Presiden masih sangat membutuhkan Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Kita minta isu surpres ini dihentikan agar tidak menimbulkan keresahan dan mengganggu soliditas institusi Polri,” ucapnya.
Edi menambahkan, walau Polri terus diuji, Korps Bhayangkara tersebut diharapkan tetap bekerja profesional, menjaga kamtibmas dan mendukung program pemerintah. “Kita percaya Polri tidak akan terganggu oleh isu-isu pergantian pimpinan yang tidak jelas asal usulnya,”pungkasnya.
