Kepala BNNK Tangerang: HANI 2026, Bersih Narkoba Menuju Indonesia Emas 2045

0
Screenshot_20260727-172647_2

kabarpolri.com – Jakarta, Dalam rangka Hari Anti Narkotika Internasional 2026, Universitas Muhammadiyah Tangerang bersama BNNK Tangerang mengelar Acara Sosialisasi dan Edukasi Anti Narkotika dengan Tema Sehat dan Cerdas Tidak Narkotika bertempat di Kampus Universitas Muhammadiyah Tangerang, Jumat (26/6/2026).

Keynote speaker Kepala BNNK Tangerang Kombes Pol Dr. Vivick Tjangkung., S.Sos., M.I.Kom mengatakan, hari ini hari sejarah hari anti narkotika internasional mengenang korban penyalahguna narkoba di seluruh dunia.  Indonesia sedang menangis, ibu Pertiwi kita sedang resah.

“Betapa dahsyatnya jaringan narkoba bisa merasuk lini-lini masyarakat di galaku Untuk itu saya mengajak seluruh mahasiswa yang hadir ini Menggaungkan kepada seluruh Universitas se kota Tangerang tentang mengenangkan 2026”

“Hari Anti-Narkotika Internasional merupakan bentuk keperhatian dan simpatik yang terdalam Terhadap para korban penyalahgunaan narkotika. Momen keperhatian regional tersebut secara serentak diperingati bersamaan dengan HANI setiap tanggal 26 Juni”.

“HANI cipta menjadi pernyataan penolakan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika Serta sebagai dukungan moril bagi upaya percegahan dan pemberantasan narkotika Demi Indonesia yang bebas dari narkotika”.

“Mari saya mengajak kita mengheningkan cipta sejenak dan mengenang Bagaimana penyalahgunaan narkotika korban jatuh bukan hanya 1 ribu atau 2 Bahkan sudah melampaui 4 juta lebih penyalahgunaan narkoba di Indonesia’.

“Peringatan Hari Anti-Narkotika Internasional merupakan momentum penting Untuk meningkatkan kesadaran, kependulian, dan partisipasi seluruh elemen masyarakat Dalam upaya pencegahan serta pemberantasan penyalahgunaan dan perdagangan gelap narkotika,” kata Kombes Pol Vivick Tjangkung, Jumat (26/6/2026)

“Narkoba masih menjadi ancaman nyata yang dapat merusak kesehatan menghancurkan masa depan generasi muda serta menghambat kemajuan bangsa”.

“Tema hari tahun 2026 yaitu membangun generasi sehat, cerdas, dan kuat Melalui gerakan Ananda bersinar menuju Indonesia Emas 2045 menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia Emas sangat bergantung pada kualitas generasi muda yang kita miliki saat ini,” ucap Kepala BNNK Tangerang.

“Generasi yang sehat adalah generasi yang mampu menjaga diri dari berbagai perilaku berisiko termasuk penyalahgunaan narkoba, Generasi yang cerdas adalah generasi yang memiliki kemampuan berpikir kritis berkarakter Serta mampu memilih jalan hidup yang positif. Sedangkan generasi yang kuat adalah generasi yang memiliki ketahanan diri untuk menghadapi berbagai tantangan dan pengaruh negatif di lingkungan sekitarnya,” terang Kombes Pol Vivick Tjangkung.

“Melalui gerakan Ananda bersinar yang digaungkan dan dibesarkan melalui kepala BNN RI Aksi nasional anti narkotika dimulai dari anak Kita berupaya membangun kesadaran kolektif bahwa pencegahan narkoba bukan hanya tugas pemerintah Atau BNN  semata melainkan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa Keluarga, sekolah, lingkungan, masyarakat Dunia usaha, media, dan seluruh pemangku kepentingan memiliki peran yang sangat strategis dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari narkoba,”tegas Kombes Pol Vivick Tjangkung.

“Kegiatan seminar seperti yang kita laksanakan hari ini merupakan sarana yang sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan Memperkuat pemahaman dan membangun komitmen bersama dalam menghadapi ancaman narkoba”

“Melalui diskusi edukasi yang pertukaran informasi dari para narasumber yang memperkenalkan jumlah keseluruh pertentangan dapat menjadi agen perubahan yang mampu menyebar luaskan pesan-pesan hidup sehat dan anti narkoba di lingkungan masing-masing,” urai Kombes Pol Vivick Tjangkung.

“Adik-adik, ini adalah suatu hal yang sangat positif jika kita semua bergandeng tangan dengan kuat untuk bergerak secara masif Menjaga lingkungan pendidikan ini tidak jatuh dalam jaringan narkoba Kalau kita lihat prevensi se-Indonesia dari 2 tahun belakang itu 1,7% Jadi sudah masuk 2 tahun ke depan, 2023, 2024, 2025 sudah tembus sampai 2,7% Artinya dari angka 3,3 juta sekarang sudah tembus 4,3 juta,” jelas Kombes Pol Vivick Tjangkung.

“Cepat sekali 2 tahun melesatnya Artinya setiap provinsi yang ada di Indonesia ini tidak ada penurunan, semua meningkat Kita tahu bahwa jaringan narkoba berpusat pada bisnis, mereka tidak akan melihat, mereka tidak akan resah dengan keadaan manusia Tapi mereka akan resah kalau bisnis mereka turun. Kita sebagai generasi penerus, kita yang akan ke depan menjaga Indonesia ini, adik-adiklah yang akan pegang tongkat untuk Indonesia”

“Bisa dibayangkan kalau sudah merasuk obat-obat berbahaya sampai pada efek narkoba yang sangat berbahaya, maka tidak mampu kita berpikir secara rasional.

Semua yang dilakukan akan dianggap normal di mata seorang pengguna, tapi hancur, lebur di mata masyarakat dengan mengganggu aktivitas masyarakat”

“Kami dari BNN di kota Tangerang menitipkan harapan besar kepada adik-adik sebagai kaumnya, sebagai pengikat hati seluruh mahasiswa yang ada di kota Tangerang untuk sadar bahwa jaringan narkoba tidak akan sedetik pun lengah melihat aktivitas yang pada saat adik-adik melakukan tindakan di luar aturan, maka disitulah awal dia membuka pintu untuk masuk dalam kehidupan aktivitas adik-adik.

“Kami menitipkan kepada para dosen untuk tetap tidak henti-hentinya memberi kesempatan kami ada di sini untuk selalu memberikan edukasi, pemahaman agar bisa diterima dengan baik dan bisa ditularkan kepada keluarga, kepada masyarakat dan kepada lingkungan pergaulan adik-adik”

“Kami dari BNN RI, seluruh Indonesia sudah menggaung dengan keras bahwa memang pengguna itu adalah korban. Pengguna itu adalah seseorang yang dianggap sakit yang harus bisa kita bantu, kita rawat, kita obati. Yang terkadang keluarga merasa aib, sehingga aib ini terus berkembang menjadi digunakan oleh jaringan untuk sebagai pengedar, bahkan masuk di dalam jaringan yang lebih besar lagi’

“Efek dasyat narkoba kalau sudah dikonsumsi. Jaringan dalam tubuh kita ini, kita punya jaringan urat-urat ini ribuan dan dipaksa, setelah digunakan dipaksa sehingga ada beberapa jaringan dalam otak kita, dalam jaringan tubuh kita terputus sehingga tindak tanduk kita keluar dari tatanan normal yang dianggapnya lumrah”

“Mari kita bersama-sama jadikan Indonesia bersih narkoba untuk membangun Indonesia Emas tahun 2045,” harap Kombes Pol Vivick Tjangkung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!