Wakapolres Metro Bekasi Kota Pimpin Apel Besar Gabungan Polres dan Polsek Jajaran

Bagikan Berita

 2,072 total views,  4 views today

Kabarpolri.com РPolres Metro Bekasi Kota, wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Eka Mulyana Sik pimpin apel gabungan polres dan polsek jajaran bertempat di halaman Mapolres Metro Bekasi Kota, Selasa (6/11/2018) pukul 08.00 Wib.

Dalam apel tersebut diikuti oleh 416 personil terdiri dari Pamen 20 personil, Pama 45 personil, Sat Sabhara 26 personil, Sat Lantas 17 personil, Sat Intelkam 19 personil, Sat Reskrim 14 personil, Sat Narkoba 17 personil, Gabungan Staf 20 personil, PNS 20 personil, Kes 5 personil, Polsek Bekasi Kota 29 personil, Polsek Bekasi Selatan 18 personil, Polsek Bekasi Utara 17 personil, Polsek Pondok Gede : 22 personil, Polsek Bantar Gebang : 27 personil, Polsek Jati asih 25 personil, Polsek Bekasi Timur 25 personil dan Polsek Medan Satria 20 personil.

Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Eka Mulyana Sik menyampaikan, kita semua harus saling menghargai dan kiranya kita semua harus saling bermanfaat bagi satu sama lain, perang ekonomis ini masih ada antara Amerika dan China dan masing masing ingin memberikan pengaruh terhadap dunia.

“Amerika sudah memberikan sanksi kepada Iran dan pembunuhan terhadap zamal kashogi yang mana ada dua negara besar yang berada di permasalahan ini yaitu Turki dan Arab, Turki untuk sekarang ini ingin menunjukkan kekuasaan yaitu sekarang ingin mendirikan kembali masa masa kekaisaran atau kerajaannya dan ini akan menjadi damapk terhadap dunia ,” ucap Wakapolres.

“Isu regional yang terjadi di Indonesia yaitu masalah penyerangan alim ulama dan sekarang yang lagi booming yaitu pembakaran bendera oleh karenanya kita harus hati hati dan waspada dengan isu yang ada,” imbuh Wakapolres.

“Isu isu ini sengaja dibuat agar supaya situasi tidak kondusif oleh karenanya kita harus mampu memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak mudah termakan isu, lanjut Wakapolres bendera hti yang dilarang di Indonesia digoreng menjadi bendera tauhid oleh karenanya kita harus melakukan penggalangan bahwa masyarakat harus ketahui betul mana bendera tauhid dan mana bendera hti,” ucap Wakapolres.

“Saya minta kepada rekan rekan sekalian khususnya bhabinkamtibmas Kanit Binmas agar jalankan betul program Kapolres ,ada satgas Nusantara ada kongkow-kongkow yang mana harus dikedepankan guna sosialisasi kepada masyarakat apapun informasi yang akurat,” kata Wakapolres.

“Terkait dengan kejadian dibekasi selatan Yanga mana ada seorang anak diduga hilang matanya karena diculik namun kebenarannya adalah dikarenakan sakit,” jelas Wakapolres.

“Menjelang pemilu banyak sekali info info yang melemah kan kita semua karena pilar negara ini adalah TNI dan polri oleh karenanya kita harus ketahui betul perkembangan yang ada,” tegas Wakapolres.

“Terkait dengan kejadian kemarin tentang pengeroyokan yang dilakukan oleh kelompok Ambon jangan terulang kembali ,apabila jiwa rekan rekan terancam maka gunakan tindakan tegas dan pedomani perkap penggunaan senjata api serta eskalasi satu dapat pindah ke eskalasi terkahir apabila dilapangan memang membutuhkan hal tersebut,” jelas Wakapolres.

“Kedepan kita tidak perlu menunggu perintah pimpinan karena setiap anggota Polri mempunyai diskresi, saya ingatkan dan tekankan kita tidak boleh termakan isu dan tidak boleh nihil informasi,” tegas Wakapolres.

“Penggunaan dana yang ada kita masih dibawah 80 % dan nanti setelah apel penanggulangan bencana banjir kita akan bahas, untuk anggota agar lebih semangat lagi dan lebih giat lagi serta kita harus bersyukur dengan segala apapun yang telah kita miliki dan kita punya maka laksanakan tugas sesuai dengan tupoksi dan SOP yang ada,” tutup Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Eka Mulyana Sik.(hy/Erna R)

error: Content is protected !!