Waka Polri Pastikan Pilkada Serentak 2020 Berjalan Aman dan Damai

Bagikan Berita

174 total views, 18 views today

kabarpolri.com – Padang, Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Dr Gatot Eddy Pramono MSi meminta jajarannya, untuk memastikan kontestasi Pilkada Serentak 2020, berjalan aman dan damai.

“Kapolda harus memastikan Pilkada serentak 2020 berjalan dengan lancar, aman dan terkendali,” ujarnya usai kuliah umum di Universitas Andalas (Unand) Padang, Jumat (14/02/2020).

Perwira polisi kelahiran Solok, Sumatera Barat itu mengatakan, masyarakat biasanya terpolarisasi saat Pilkada.

Namun, bagi Jenderal Bintang Tiga ini, yang terpenting jangan ada konflik, yang biasanya menimbulkan anarkis dan diskriminatif. “Dalam demokrasi, yang penting itu bersalaman,” ujarnya.

Kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa UNAND itu berteman “Persatuan Bangsa untuk Indonesia Maju.

Diketahui sebelumnya, Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Rudy Sumardiyanto mengatakan, pihaknya siap mengamankan berbagai rangkaian dalam Pilkada mendatang. Polri akan bersinergi bersama TNI demi mewujudkan Pilkada yang aman, nyaman dan lancar.

“Mengharapkan tentunya pelaksanaan nanti, tahapan demi tahapan sampai pelantikan mulai gubernur dan bupati serta wali kota terpilih dalam situasi yang aman dan kondusif,” ujarnya.

Menurut Brigjen Pol Rudy, ada tiga elemen penting dalam penyelenggaraan pilkada. Salah satunya yang pertama penyelenggaraan itu sendiri yaitu KPU dan Bawaslu. Ia percaya akan ada pengawasan sampai ke tingkat kecamatan serta kemudian juga KPU ada di tingkat kabupaten.

“Unsur kedua bagi keamanan tentunya kami (Polri) bersama TNI nanti di TPS dibantu Linmas. Kemudian unsur ketiga masyarakat yang memilih. Kami dari segi pengaman kami berharap pihak penyelenggara dapat bekerja. Bagi unsur masyarakat tentunya pilihlah pemimpin yang benar-benar amanah yang membawa kabupaten, kota hingga provinsi. Kami siap melaksanakan pengamanan di setiap tahap,” katanya. (hy/bs/alx)

About Us | Contact Us | Redaksi | Kode Etik Jurnalistik
error: Content is protected !!