Satlantas Polres Batola Terbitkan 1.019 e-Tilang Selama Operasi Zebra Intan 2019

Bagikan Berita

153 total views, 3 views today

Kabarpolri.com – Barito Kuala – Polres Batola menerbitkan sebanyak 1.019 E-Tilang, untuk pengendara yang melintas di antara ruas jalan di wilayah hukum lokal.

Penertiban menang e-tilang tersebut selama kurun waktu 14 hari melalui Operasi Kepolisian (Ops) Zebra Intan 2019, Polres Barito Kuala.

“Dibanding tahun 2018, tilang sebanyak 561, teguran 175 atau total 736 pelanggar tahun itu. Sementara di Tahun 2019, Ops Zebra Intan Polres Batola terbitkan 1019 E-Tilang, 323 surat teguran, total seluruhnya 1,342 buah, “kata Kapolres Barito Kuala AKBP Bagus Suseno, SIK, MH., Via Kasat Lantas Polres Batola AKP Faisal Ami Nasution, ke kabarpolri.com. Jumat, (7/11/2019).

Dijelaskan Faisal, ada selisih tren sekitar 458 ada kenaikan sekitar 82 persen ditambah E-Tilang, untuk surat teguran Tahun 2019 ini ada peningkatan sekitar 85 persen atau 148 teguran, total 606 perkara atau sekitar 82 persen.

Ditambahkannya, pada tahun lalu total keseluruhan 736, dalam bentuk tilang 561 dan bentuk teguran 175, itu semua bedasarkan data yang diselesaikan lalulintas selama Ops Zebra Intan 2019.

“Untuk data laka saat Ops Zebra Intan 2019, sama sekali tidak terjadi laka lantas, dibandingkan dengan Ops Zebra Intan 2018, terdata satu kejadian laka lantas, dengan luka berat satu orang dan luka ringan dua orang atau hingga 100 persen, rusak bahanil Rp200,” katakan Faisal.

Menurut Faisal, ditemukan tidak ditemukan helm SNI ada 273 pelanggar lalin, melawan arus 14, pengendara dibawah umur 171 kasus, kelengkapan surat menyurat 369 kasus, dan lain-lain 101, total pelanggran 982, naik sekitar 110 persen.

Ditambahkannya, selama Tahun 2018, yang hanya 429 pelanggar lalin, tidak pakai helm SNI 244 kasus, melawan arus 13 kasus, lain-lain 171 kasus, melanggar tidak lengkap surat menyurat 41 kasus, tidak pakai sabuk pengaman (Gun Safety Belt) ada 91 kasus di tahun 2018.

Tahun 2019, tidak menggunakan sabuk pengaman (Gun Safety Belt) ada 41 kasus, muatan berlebih 41 kasus, lain-lain dan surat menyurat 18 kasus, jumlah 101 kasus, barang bukti di sita saat Ops Zebra Intan 2019, SIM 167, STNK 643 kasus , kendaraan 159 kasus, total kerusakan 969, pada tahun 2018, SIM 176, STNK 354, kendaraan 31 total kasus 561 kasus, ”tandas Faisal.

Sementara itu pelanggar lalulintas di wilayah hukum Polres Batola bisa dikenakan denda maksimal atau tertinggi sesuai UU lalulintas pasal 281, seperti tidak punya SIM Rp1 juta denda maksimal atau kejahatan kurungan empat bulan.

“Variasi yang ditolak itu mengacu pada UU lalulintas, tertinggi seperti tidak punya SIM pasal 281 Rp1 juta denda maksimal,” kata Zainul Hakim, Zainuddin SH., MH., Hakim pengadilan negeri Marabahan yang sering menggunakan pelanggar lalulintas pada razia sidang di tempat.

Menurutnya, banyak variasi bergerak lalulintas, yaitu saat mengemudi itu punya surat izin mengemudi (SIM), tak membawa Surat Tanda Nomer Kendaraan (STNK), dan untuk roda empat pengemudinya tidak membawa sabuk pengaman.

Untuk memutus hukuman para pelanggar lalulintas, sambung Zainul, jangan terlalu mahal dan menyesuaikan kondisi sehingga bisa menjadi bahan pembelajaran bagi masyarakat dan efek jera. Razia sidang di tempat juga sebagai edukasi agar sebelum sepeda motor baik itu harus lengkap surat-suratnya, yaitu SIM dan STNK. (HY / BS / HAZ / RH7)

About Us | Contact Us | Redaksi | Kode Etik Jurnalistik
error: Content is protected !!