Polres Gresik Ringkus Polisi Gadungan Yang Lakukan Pemerasan

Bagikan Berita

594 total views, 3 views today

 

kabarpolri.com – Gresik – Jatim, Aksi pemerasan dengan modus menyamar sebagai anggota kepolisian terjadi di Gresik, Jawa Timur. Polres Gresik pun berhasil menangkap pelaku.

Kapolres Gresik, AKBP Kusworo Wibowo, S.H., S.I.K., M.H., mengungkapkan pelaku mengaku sebagai anggota polisi dengan berpura-pura membeli pil ponstan di sebuah apotek. Setelah dilayani, mereka mengatakan bahwa menjual pilihan tanpa Ijin dari dinas kesehatan, melanggar hukum.

Selanjutnya tersangka membawa korban untuk menunjukkan lokasi agen dan dalam perjalanan kedua tersangka meminta sejumlah uang dan mengancam akan membawa korban ke Polda.

Korban kemudian menghubungi suami untuk bertemu di Jalan Kedung Doro, Surabaya. Dari hasil nego disepakati korban akan menjanjikan sejumlah uang sebesar Rp 20jt.

Namun, suami korban yang merasa diperas langsung lapor ke Polsek Menganti. Tim Resmob Polsek Menganti langsung bergerak cepat melakukan pengejaran dan penyergapan Pelaku.

”Pelaku diketahui bernama Agus Widodo dan Musrizal, warga Surabaya dalam melakukan pemerasan mengaku anggota sebagai polisi dari Polda, beruntung suami korban langsung lapor ke polisi sehingga aksi pemerasan bisa di gagalkan” kata Kapolres. Saat jumpa pers di halaman Mapolres Gresik, Kamis (12/12/2019).

Polisi berhasil mengamankan Barang bukti berupa 1 unit mobil daihatsu Xenia Nopol L-1178-XF warna hitam tahun 2017 dan STNK serta kunci kontak dengan plat nomor palsu Nopol L-1260-IP. 1 pasang plat nomor L-1178XF, 1 Unit Hand Phone merk samsung type SM -A 305 F / DS. Uang tunai Rp. 2.000.000,- Dan 1 strip pil Ponstan.

Pelaku Agus Widodo (45) warga banyu Urip kidul kecamtan Sawahan Surabaya, dan Musrizal (56) warga Manukan Wetan Kecamatan Tandes Surabaya atas aksinya melakukan Pemerasan dengan ancaman kekerasan, dijerat dengan Pasal 368 ayat 1 jo 53 dan atau pasal 333 ayat 1 dan atau pasal 335 ayat 1 KUHP.

AKBP Kusworo Wibowo, S.H., S.I.K., M.H., berpesan kepada masyarakat Gresik agar tidak mudah percaya bila ada yang mengaku sebagai anggota polisi dan meminta sejumlah uang.

“Bagi masyarakat yang mendapat tekanan mengatasnamakan Polisi mohon tidak gampang percaya, karena itu bukan standar operasional prosedur bagi anggota polisi,” imbuhnya. (hy/bs/hdy)

About Us | Contact Us | Redaksi | Kode Etik Jurnalistik
error: Content is protected !!