Polda Metro Jaya: Praktek Ilegal Klinik HUBBS Raup Keuntungan 10 Miliar

Bagikan Berita

96 total views, 3 views today

kabarpolri.com – Jakarta, Subdit I Kamneg Dit Reskrimum Polda Metro Jaya menangkap para pelaku Praktik Kedokteran tanpa ijin dan melakukan penyuntikan serum stemcell di Klinik HUBBS Clinik yang berada di Kemang, Jakarta Selatan.

Polisi menyebut klinik itu tidak memiliki ijin edar dan menggunakan alat yang tidak susuai dengan standar kedokteran. Tiga pelaku diamankan dari klinik illegal tersebut. Para pelaku diduga mendapatkan keuntungan mencapai Rp 10 miliar dari penyuntikan serum stemcell.

“Total keuntungan yang didapatkan pelaku sebesar Rp 10 miliar,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Drs. Nana Sudjana. Msi. Saat jumpa Pers, Kamis (16/1/2020).

Irjen Pol Nana juga masih mendalami keuntungan yang didapatkan oleh para pelaku. Dari keuntungan Rp 10 miliar itu, para tersangka juga menjual stem cell kepada korban dengan harga yang berbeda-beda. Harga itu mengikuti jumlah cell di serum stel cell yang dipesan oleh korban.

“Para tersangka menjual dengan per/pcs itu tergantung dari jumlah cell tersebut. Kalau cell nya 100 itu harganya Rp 100 juta, kalau 150 cell itu Rp 150 juta, kalau 200 cell itu Rp 200 juta,” kata Kapolda.

Sebelumnya, tim dari Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya menggerebek sebuah klinik di daerah Kemang Jakarta Selatan terkait praktik penyuntikan stem cell ilegal. Penggerebekan itu dilakukan pada hari Sabtu (11/1) sekitar pukul 15.00 WIB.

Dari hasil penggerebekan itu, polisi menangkap 3 orang dan ketiganya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ketiganya yang ditangkap terdiri dari YW (46) selaku Country Manager KCP di Indonesia, LJ (47) selaku Marketing Manager KCP di Indonesia, dan dr OH selaku pemilik klinik.

Para Tersangka dikenakan Pasal 204 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 263 KUHP dan atau Pasal 75 ayat (1), Pasal 76 UU RI No. 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, dan atau Pasal 201 jo Pasal 197 jo Pasal 198 jo Pasal 108 UU RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dan atau Pasal 8 ayat (1) huruf a UU RI No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen jo Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.(hy/bs/gtg)

About Us | Contact Us | Redaksi | Kode Etik Jurnalistik
error: Content is protected !!