Polda Metro Jaya berhasil Tangkap Pelaku Penipuan, Penggelapan dan TPPU di Beberapa Propinsi Di

Bagikan Berita

210 total views, 3 views today

Kabarpolri.com – Jakarta, Polda Metro Jaya berhasil menangkap dua pelaku tindak pidana penipuan atau penggelapan dan tindak pidana pencucian uang. Kedua pelaku berinisial LW dan GRH telah melakukan aksinya di beberapa tempat, seperti Jakarta Barat, Banten, Sumatera Utara dan Jawa Timur.

Pelaku menggunakan bujuk rayu untuk menawarkan dan menjual valas dengan mata uang asing ke para korban yang kemudian mata uang asing tersebut tidak diberikan oleh tersangka kepada para korban.

“Hasil penggelapan itu digunakan oleh tersangka untuk kebutuhan pribadi dengan alasan untuk membayar hutang nasabah sebelumnya,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Argo Yuwono. Sik. Msi di Mapolda Metro Jaya, Senin (11/2/2019).

Diketahui bahwa ada 4 korban yang telah melaporkan kasus tersebut dengan kerugian dari ratusan hingga miliaran rupiah.

Barang bukti yang telah diamankan, dijelaskan Kombes Pol. Argo Yuwono yakni beberapa lembar bukti setoran tunai ke beberapa rekening bank, beberapa lembar konfirmasi transaksi ke rekening beberapa bank, beberapa lembar tanda bukti penyetoran ke rekening beberapa bank, satu lembar fotokopi tanda bukti penyetoran ke rekening beberapa bank, satu bundel print out percakapan melalui WhatsApp antara tersangka LW dengan beberapa korban dan enam lembar print out percakapan WhatsApp antara Money Changer dengan tersanga LW.

“Polisi mengamankan barang bukti beberapa lembar aplikasi setoran dan transfer ke beberapa rekening bank,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya.

Tersangka dikenakan Pasal 378 KUHP dengan pidana penjara paling lama tahun, Pasal 372 KUHP dengan pidana penjara paling lama 4 tahun, Pasal 49 ayat (1) huruf a dan ayat (2) huruf b UU RI No. 7 tahun 1992 tentang Tindak Pidana Perbankan dengan pidana penjara paling lama 8 tahun serta paling banyak Rp 100.000.000.000 serta Pasal 3 UU RI No. 8 tahun 2010 tentang TPPU dengan pidana penjara paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp10.000.000.000.(hy)

About Us | Contact Us | Redaksi | Kode Etik Jurnalistik
error: Content is protected !!