Pimpin Upacara dan Syukuran Hari Bhayangkara ke-73, Presiden RI: Polri Semakin Profesional, Modern dan Terpercaya

Bagikan Berita

87 total views, 3 views today

kabarpolri.com – Jakarta – POLRI menggelar upacara puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke 73 tahun 2019 terpusat di Monas – Jakarta yang dihadir langsung oleh Presiden Republik Indonesia, H. Ir Joko Widodo beserta Ibu Negara Hj. Iriana Joko Widodo. Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla beserta Hj. Mufidah Jusuf Kalla dan Kapolri Jendral Polisi Prof HM Tito Karnavian, Ph.D, beserta Istri, Panglima TNI Marskal Hadi Tjahyanto, SIP beserta Istri, para pejabat tinggi negri dan diikuti oleh ribuan personil gabungan TNI-POLRI, Rabu (10/7/19).

Dari pantauan kabarpolri.com rangakaian kegiatan nampak diawali dengan kedatangan Presiden Republik Indonesia, H. Ir. Joko Widodo beserta Ibu negara Hj. Iriana Joko Widodo dan Wakil Presiden Republik Indonesia, H.Jusuf Kalla beserta Ibu Hj. Mufidah Jusuf Kalla tiba di lapangan Monumen Nasional yang disambut langsung oleh Kapolri beserta Ibu Tri Suswati Tito Karnavian.

Beselang tak lama, Presiden Republik Indonesia beserta Ibu Hj. Iriana Joko Widodo dan Wakil Presiden Republik Indonesia beserta Ibu Hj. Mufidah Jusuf Kalla didampingi oleh Kapolri beserta Ibu Tri Suswati Tito Karnavian, menuju Mimbar Kehormatan dengan berjalan kaki.

Setibanya di mimbar kehormatan, nampak dilakukan salam Kebangsaan berlanjut dengan laporan oleh Perwira Upacara oleh Brigjen Pol. Iriyanto, S.IK. Berlanjut dengan penghormatan Kebesaran dan laporan Komandan Upacara oleh Brigjen Pol. Drs. Verdianto Iskandar Bitticaca, M.Hum, kepada Inspektur Upacara (Presiden-red) yang dilanjutkan dengan pemeriksaan pasukan oleh Presiden Joko Widodo.

Dalam upacara tersebut, Presiden Joko Widodo selaku Inspektur upacara HUT Bhayangkara 2019, memberikan penganugerahan ‘Tanda Kehormatan Republik Indonesia berupa Bintang Bhayangkara Nararya’ kepada Brigjen Pol. Dwiyono, S.I.K., M.Si., Pati Baintelkam Polri, Penugasan pada Badan Intelijen Negara.

Termasuk Kombes Pol. Tommy Aria Dwianto, S.I.K., Analis Kebijakan Madya Bidang Misinter Divhubinter Polri..AKP Sriyono, S.Pd., M.H., Kaur Sumber Daya Manusia Resimen I Paspelopor Korps Brimob Polri. Aiptu Sulastri, Brigadir Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu, Polres  Metro Tangerang Kota, Polda Metro Jaya.

Dalam amanat upacara, Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo, memaparkan, kerja keras dan pengabdian Polri, telah dirasakan hasilnya oleh seluruh masyarakat Indonesia. Situasi keamanan dalam negeri sepanjang tahun 2018 dan 2019 terpelihara dengan baik. Polri dan TNI telah mengamankan seluruh perhelatan internasional yang diselenggarakan Pemerintah.

“Seluruh agenda kemasyarakatan juga dapat terselenggara dengan aman, mulai dari perayaan Natal 2018, Tahun Baru 2019, sampai dengan Ramadhan dan Idul Fitri 2019. Dalam pengelolaan organisasi, Polri telah meningkatkan Akuntabilitas dan Transparansi. Laporan keuangan Polri meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan selama 6 tahun berturut-turut,” papar Presiden Joko Widodo.

Lebih jauh, Orang nomor satu di Republik Indonesia yang dikenal rakyat gemar blusukan untuk melihat kondisi rakyatnya serta pencetus ‘Sertifikat Prona, Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Tol Sumatera’ dan sederet program yang menyentuh dan dapat dirasakan langsung oleh rakyat Indonesia, tersebut, mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada seluruh personel POLRI di mana pun berada dalam pengabdian dan telah mendukung terwujudnya stabilitas keamanan dalam negeri yang kondusif.

“Terus tingkatkan kualitas sumber daya manusia Polri, guna menghadapi berbagai tantangan tugas yang semakin kompleks, serta untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. Kedepankan strategi pemolisian proaktif dan tindakan humanis dalam mencegah dan menangani berbagai permasalahan sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat,” pesan Presiden Joko Widodo.

“Terus tingkatkan kualitas pelayanan publik yang modern, mudah, murah, cepat, secara konsisten dan berkelanjutan. Tingkatkan profesionalisme dalam penegakan hukum, guna mewujudkan penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan. Perkuat koordinasi dan kerja sama dengan TNI, Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, serta masyarakat, dalam memelihara keamanan dalam negeri,” pungkas Presiden asal Solo – Jawa Tengah itu disambut antusias dan khikmat oleh peserta upacara dilokasi.

Seusai penyampaian Amanat  Inspektur Upacara, Presiden Joko Widodo nampak menyaksikan peragaan, Drumband Polisi Wanita. Rampak Gendang. Beladiri Eskrima Korp Brimob. Terjun Payung. Fly Pass Helikopter. Drumband Akademi Kepolisian, Akademi Militer dan Akademi Angkatan Udara.

Masih ditempat yang sama, Kapolri Jendral Polisi Prof H. M. Tito Karnavian, Ph.D, dalam sambutannya mengatakan, terima kasih atas kehadiran Bapak Presiden beserta Ibu Negara Hj. Iriana Joko Widodo, dan Bapak Wakil Presiden beserta Ibu Hj. Mufidah Jusuf Kalla. Kehadiran Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden, tentu semakin menambah semangat dan motivasi personel Polri, dalam melaksanakan tugas.

“Peringatan Hari Bhayangkara terkait erat dengan terbitnya Penetapan Pemerintah Nomor 11 Tahun 1946. Melalui Penetapan tersebut, Jawatan Kepolisian Negara yang semula berada dalam lingkungan Kementerian Dalam Negeri, ditetapkan menjadi jawatan tersendiri, yang langsung berada di bawah Perdana Menteri atau Presiden, selaku Kepala Pemerintahan,” kata Kapolri.

Lanjut Kapolri, Peristiwa yang terjadi pada 1 Juli 1946 tersebut, juga menjadi momentum meleburnya berbagai elemen kepolisian ke dalam satu institusi kepolisian yang bersifat nasional.

“Sampai dengan saat ini Polri tetap survive melaksanakan tugasnya sebagaimana diatur undang-undang. Polri yang saat ini memiliki anggota 446.873 personel, tersebar pada 34 Polda di 34 Provinsi, 461 Polres di 514 Kabupaten/Kota, serta 4.872 Polsek di 7.201 Kecamatan, bersama-sama dengan TNI dan komponen-komponen bangsa lainnya menjadi pilar keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Jenderal Bintang Empat Tersebut.

“Berbagai perbaikan yang dilaksanakan oleh Polri selama 3 tahun terakhir melalui Program Promoter, dititikberatkan pada 3 kebijakan utama, yaitu peningkatan kinerja, perbaikan kultur, dan manajemen media. Peningkatan kinerja diwujudkan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, profesionalisme dalam penegakan hukum, dan pemeliharaan stabilitas kamtibmas secara optimal,” jelas Kapolri.

“Perbaikan kultur direalisasikan dengan menekan budaya koruptif,
menghilangkan arogansi kekuasaan, dan menekan kekerasan eksesif,” imbuh Kapolri.

“Sedangkan manajemen media dilaksanakan pada media
konvensional dan media sosial, dengan menyampaikan berbagai upaya Polri dalam pemeliharaan kamtibmas dan meminimalisir berita negatif, termasuk hoax dan ujaran kebencian,” ucap Kapolri.

“Tiga tahun implementasi Program Promoter telah menunjukkan hasil yang baik. Kepercayaan publik terhadap
institusi Polri terus meningkat. Polri pada tahun 2016 termasuk dalam 3 institusi dengan kepercayaan publik rendah, dan saat ini. Berdasarkan hasil survei yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga yang kredibel, telah berada pada 3 besar lembaga yang dipercaya publik,” kata Jenderal Pol Tito Karnavian.

“Terhadap berbagai capaian Polri, khususnya dalam menghadapi berbagai agenda nasional sepanjang tahun 2018 dan 2019, mulai dari pengamanan Asian Games di Jakarta, Sumsel, Jabar, dan Banten Asian Para Games di Jakarta; IMF-World Bank Annual Meeting 2018 di Bali; Pilkada Serentak 2018 di 171 wilayah tahapan Pemilu 2019; Ramadhan dan Idul Fitri 2019. sampai dengan operasi penanganan bencana di berbagai daerah,” jelas Kapolri.

Kami juga mengucapkan terima kasih atas apresiasi dan penghargaan yang disampaikan oleh Bapak Presiden terhadap pengelolaan organisasi Polri, khususnya terkait Opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan yang diraih Polri selama 6 tahun berturut-turut, mulai dari tahun 2013 sampai dengan 2018, peningkatan Nilai Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Polri, dari 72,11 di tahun 2017 menjadi 74,08 di tahun 2018, Peningkatan Indeks Reformasi Birokrasi Polri, dari 73,65 di tahun 2017 menjadi 75,18 di tahun 2018, serta terwujudnya 69 Zona Integritas di lingkungan Polri,” kata Kapolri.

Polri untuk terus melaksanakan perbaikan guna mendapatkan kepercayaan publik yang amat penting di era demokrasi ini. Selanjutnya kami juga siap menindaklanjuti 5 instruksi Bapak Presiden dan mempedomaninya dalam pelaksanaan tugas, yaitu:

1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia Polri, guna menghadapi berbagai tantangan tugas yang semakin kompleks, serta untuk mendukung terwujudnya Indonesia
Emas 2045.

2. Mengedepankan strategi pemolisian proaktif dan tindakan
humanis dalam mencegah dan menangani berbagai
permasalahan sosial di masyarakat.

3. Meningkatkan kualitas pelayanan publik yang modern, mudah, murah, cepat, secara konsisten dan berkelanjutan.

4. Meningkatkan profesionalisme dalam penegakan hukum, guna mewujudkan penegakan hukum yang profesional,
transparan, dan berkeadilan.

5. Memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan TNI, Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, serta
masyarakat, dalam memelihara keamanan dalam negeri.

“Polri dan TNI, memiliki visi yang sama untuk terus menjaga stabilitas Kamtibmas, menuntaskan tahapan Pemilu 2019, hingga momentum pelantikan pada Oktober 2019 mendatang. Juga memelihara stabilitas
keamanan dalam negeri pasca pelantikan, sehingga Pemerintah dapat melaksanakan program-program pembangunan dengan
lancar, guna meningkatkan kesejahteraan rakyat dan pendapatan nasional,” tutup Kapolri.

Seusai menyaksikan berbagai peragaan ketangkasan dan ketrampilan dari para peserta upacara, Presiden Joko Widodo nampak melakukan pemotongan ‘Tumpeng’ sebagai simbol puncak perayaan HUT Bhayangkara ke 73 di tahun 2019. Presiden Republik Indonesia beserta Ibu Hj. Iriana Joko Widodo dan Wakil Presiden Republik Indonesia beserta Ibu Hj. Mufidah Jusuf Kalla meninggalkan tempat upacara.

Diketahui, terpantau hadir dalam upacara HUT Bhayangkara ke 73 tahun 2019 diantaranya, sejumlah personel TNI sebagai wujud sinergitas TNI-Polri. Tidak ketinggalan juga para tokoh bangsa seperti, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno, istri Presiden ke-4 RI Sinta Nuriah Wahid, Wakil Presiden terpilih 2019-2024 KH Ma’ruf Amin, Ketua KPU Arief Budiman serta Wakil Ketua KPK Laode M Syarif.(hy/by/bs)

About Us | Contact Us | Redaksi | Kode Etik Jurnalistik
error: Content is protected !!