Si- Pembisnis Q-net, Miliki Aset Ibarat Raja dengan Sederet Mobil Mewah

Bagikan Berita

96 total views, 3 views today

 

Kabarpolri.com – Lumajang – Jatim, Ibarat pepatah Menari di atas derita orang. Seorang pria berinisial MK (48) warga Desa Singgahan Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun harus mendekam di Rutan Mapolres Lumajang. Ia (MK..red,) dan tak lain adalah Direksi PT Amoeba International, yang ternyata membawa kasus permainan uang dengan menggunakan sistem piramida. Bisnis ini terhubung dengan Q-Net yang saat ini menjadi perhatian nasional. Rabu (11/9/2019)
Diketaui, adapaun cara kerja dari perusahaan tersebut cukup sederhana. Dengan berbekal iming-iming diberikan pekerjaan pendataan barang dan mendapat hibah sebesar 3 juta Rupiah per bulan banyak korban yang tergabung dalam bisnis tersebut. Mereka (korban) diwajibkan membayar uang sebesar 10 juta Rupiah sebelum dikirim sebelum bergabung dengan bisnis itu.
Dari situlah pundi-pundi uang yang diperoleh oleh MK dan berhasil membuat rumah bak lengkap dengan uang dari luar negeri yang menghiasi dalam rumah. Tak sampai disitu, deretan mobil mewah juga mengisi garasi milik si pemberi. Terlihat mulai mobil Porsche Boxter mulai tahun 2012, mobil Jaguar warna hitam metalik tahun 2007 hingga Mercedez Benz SLK 200 warna putih tahun 2010 terparkir rapi di dalamnya.
Tidak cukup disitu, ada di garasi samping lain rumah juga masih ada mobil Hummer warna hitam, Toyota Alphard warna hitam, Nissan Juke, Toyota Fortuner warna putih dan Honda Jazz warna kuning yang kesemuanya adalah milik MK. Dan dipastikan pula, seluruh kekayaan dari pertanggungan ini juga gaya lolos yang mewah adalah hasil sebagai anggota
Kapolres Lumajang AKBP DR. Muhammad Arsal Sahban, SH., SIK, MH., MM., Merupakan salah satu putra daerah dari makassar untuk kabarpolrin.com menyampaikanthe, Saya dan Tim Cobra akan berasal dari muasal semua orang tersangka. Jika memang terbukti hasil dari permainan uang dan tidak dapat disetujui maka dapat kami sita.
“Beberapa korban yang kami periksa yang ikut presentasi di rumah milik MK, banyak yang harus pontang terengah-engah mengembalikan uang sepuluh juta Rupiah yang mereka peroleh dari jual sapi, jual sawah, dan bahkan pinjam uang ke rentenir. Mereka diajak bisnis uang tak ubahnya model money game ”ungkap Arsal salah satu alumnus S3 Universitas Padjajaran Bandung angkatan 2010.
“Saya sangat mengerti tentang model permainan uang bisnis karena mengambil S3 bidang hukum bisnis dan menulis makalah tentang permainan uang saat pendaftaran masuk S3 di UNPAD.” Tandasnya (Hy / RH)
About Us | Contact Us | Redaksi | Kode Etik Jurnalistik
error: Content is protected !!