Kapolri Bawaslu dan Kejagung RI, Tanda Tangan MoU Pemahaman dan Pola Penanganan Tindak Pidana Pemilihan Pilkada 2020

Kabar Kapolri
Bagikan Berita

330 total views, 3 views today

kabarpolri.com – Jakarta, Pemilihan Kepala Daerah serentak mulai dari pemilihan Gubernur dan Wakilnya, Bupati dan Wakilnya serta Walikota dan wakilnya akan dilaksanakan di Tanah Air di akhir tahun 2020 ini. Masyarakat ingin proses demokrasi ini dikawal dan dijaga ketat dalam pelaksanaannya nanti.

Untuk mengawal proses demokrasi yang jujur dan demokrasi ini, penegakkan hukum harus dilakukan sesuai dengan Undang-Undang Pemilu yang berlaku. Demi meminimalisir kecurangan dan lainnya dalam proses Pilkada, pemantauan, pengawalan dan penjagaan ekstra ketat perlu dilakukan. Terlebih lagi, Pilkada saat ini agak berbeda dari Pilkada sebelumnya. Sebab dilaksanakan ditengah Pandemi Covid-19.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu RI) dan Kepolisian Negara RI (Kapolri) dan Kejaksaan Agung RI Kejagung) yang tergabung dalam Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) melakukan Penandatanganan Peraturan Bersama tentang Sentra Gakkumdu dalam rangka menyamakan pemahaman dan pola penanganan tindak pidana pemilihan pada Pilkada 2020. Penandatangan itu dilaksanakan di Gedung Bawaslu, Senin (20/7/2020).

Kapolri Jenderal Pol. Drs. Idham Azis. Msi. dalam kata sambutannya mengatakan, pihaknya berkomitmen kuat untuk turut membantu mengamankan dan mengawal proses demokrasi yang jujur dan demokratis selama proses Pilkada berlangsung.

“Setelah tertunda beberapa kali, akhirnya kita duduk bersama melaksanakan penandatanganan ini. Tertunda akibat situasi saat ini (Pandemi Covid-19). Dan kita akan laksanakan Pemilu ini dalam situasi berbeda. Pelaksanaannya di tengah pandemi Covid-19,” tandas Kapolri.

“Ada 270 daerah, 9 Provinsi, 224 Kabupaten dan 37 Kota yang akan melaksanakan Pilkada ini. Kami (Polri) siap bergandengan tangan bersama Bawaslu dan kejaksaan Agung dalam Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu). Saya menunjukkan betul, bahwa Polri betul-betul siap berikan bantuan (Keamanan dan pengakkan hukum). Saya yakin teman-teman Kejaksaan juga demikian,” sambung Kapolri.

Kapolri juga berharap, setiap informasi baik dari masyarakat dan lainnya, benar-benar melaporkan kepada Polri ketika ada hal-hal yang dirasa mencurigakan dan juga kecurangan dalam proses Pilkada nanti.

“Saya juga berharap,selalu ada laporan update terkait pelaksanaan Pilkada ini kepada Polri,” pungkasnya (hy/bs/gtg)