Kapolda Jatim dan Kapolres Pasuruan Lakukan Penyekatan di Simpang 3 Kejapanan

Kabar Polri
Bagikan Berita

255 total views, 3 views today

kabarpolri.com – Pasuruan – Jatim, Penyekatan terus dilakukan sesuai dengan tindakan kriminal saat laga final piala Gubernur 2020 melawan Persebaya Surabaya melawan Persija Jakarta yang akan berlaga di Delta Gelora Sidoarjo, Sore ini. Sementara Polres Pasuruan melakukan penyekatan di Beberapa titik khusus di Bundaran Apalo, Gempol, Wib, Kamis (20/02/2020).

Terpantau, Irjen Pol Drs Luki Hermawan dan Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan, mengatur langsung penyekatan dan pemeriksaan di simpang Tiga Gempol mulai pukul 09.30 WIB.

“Tujuan memeriksa ini, bukan berarti kita membelanjakan orang untuk menonton, tetapi kita melakukan antisipasi, takut ada hal yang tidak diinginkan,” kata Kapolres.

Menurut Rofiq sapaan akrab Kapolres Pasuruan mengatakan, pihaknya hanya akan melakukan penyekatan pada suporter yang ingin membuat rusuh. Namun bagi suporter yang benar – benar ingin menonton pertandingan ini, pihaknya hanya melakukan himbauan dan memberikan pengarahan saja.

“Selain menerima surat – menyurat, kita juga meminta barang bawaan yang berbahaya seperti sajam dan miras dalam kerangka memberikan rasa aman, nyaman dan kondusif,” diumumkan

Kapolres menambahkan, memperluas ini suporter dari Pasuruan cukup kondusif. Terbukti dari kegiatan yang ada di beberapa titik yang ada di Jaga berjalan dengan lancar.

Perlu diijinkan, kegiatan ini bentuk dari kami kepolisian untuk mendukung dengan melakukan pengamanan atas di selenggarakannya Laga Final Piala Gubernur 2020 agar berjalan aman dan tertib. Dengan harapan tidak terjadi hal – hal yang tidak kita inginkan bersama.

“Pihaknya juga memfasilitasi bagi suporter yang tidak bisa datang ke lokasi pertandingan langsung dengan melakukan nonton bareng di mana pihak kepolisian bekerja sama dengan Forkopimda yang sudah di sediakan di Halaman Bang Kodir Bangil,” paparnya.

Pemeriksaan yang dilakukan di pintu simpang tiga Apolo, Kecamatan Gempol hingga pukul 12.00 WIB, mengingat pertandingan akan dimulai pukul 15.30 WIB. Itu pasti setelah jam itu tidak ada lagi warga yang pergi. Rofiq mengatakan, dia hanya beruntung pada pengamanan kegiatan sepakbola saja.

“Tapi kalau memang nantik ada indikasi orang – orang yang menyalahgunakan narkoba. Ya nantik harus kita lanjutkan dengan prosedur yang ada.” Pungkasnya (Hy / Bs / Hz / Rh)