Kantor Satlantas Polres Tulungagung Mendadak Jadi ‘Bengkel” Motor

Bagikan Berita

153 total views, 3 views today

 

Kabarpolti.com – TULUNGAGUNG,  Awal Pekan ini ada pemandangan yang tidak seperti hari hari biasanya di Kantor Satlantas Polres Tulungagung di Jalan Jayeng Kusumo, Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung.

Pasalnya puluhan orang datang sambil membawa aneka peralatan, seperti obeng, aneka kunci untuk membuka baut, ban maupun knalpot sepeda motor. Mereka adalah warga yang akan mengambil sepeda motor yang disita karena melanggar spesifikasi teknik.

Motor yang mereka kendarai menggunakan knalpot, maupun menggunakan roda sangat kecil yang populer disebut ban cacing.

Sedangkan knalpot brong dirazia karena selama ini dianggap salah satu pemicu kerawanan. Sering kali karena suaranya yang menggelegar memicu perkelahian antar warga.

Kasat Lantas Polres Tulungagung , AKP Aristianto Budi Sutrisno SH SIK MH mengatakan, “sepeda motor yang akan diambil harus dikembalikan sesuai spefisikasi pabrik” Tuturnya

Total sepeda motor yang disita karena menyalahi spesifikasi teknik di kantor Satlantas ini sebanyak 55 unit.

Setelah mendapat izin dari petugas, mereka lekas bekerja menangani motor masing-masing. Ada yang mengganti roda, ada yang mengganti knalpot, bahkan ada yang memasang bagian-bagian yang selama ini dipreteli.

Spion yang selama ini dicopot juga wajib dipasang kembali. “Kalau tidak kembali ke bentuk standarnya, sepeda motor tidak boleh diambil dan tetap kami amankan di sini,” tegas AKP Aris.

Selain itu para pemilik sepeda motor juga wajib menunjukkan surat-surat kendaraan yang sah, Setelah sepeda motor kembali ke bentuk aslinya, polisi menyita onderdil yang tidak sesuai spefisikasi teknik agar jangan sampai knalpot brong maupun ban cacing kembali dipasang, selepas pulang dari kantor Santlantas.

“Caranya kami minta pemilik sepeda motor merusak sendiri onderdil yang tidak standar dan berbahaya itu, Dengan begitu barangnya tidak bisa dimanfaatkan lagi,” ujar Kasat Lantas AKP Aristianto (NN95)

About Us | Contact Us | Redaksi | Kode Etik Jurnalistik
error: Content is protected !!