Guru Silat Setubuhi Muridnya, Begini Penuturan Kapolres Metro Jakarta Utara

Bagikan Berita

 427 total views,  2 views today

 

Kabarpolri.com, Jakarta, Polres Metro Jakarta Utara melaksanakan kegiatan perss Conference tentang pengungkapan kasus persetubuhan yang dilakukan oleh guru silat terhadap muridnya, Kamis (19/11/2020) sekitar pukul 14.00 wib. Bertempat di Lobby lantai dua Polres Metro Jakarta Utara.

Tampak hadir Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Sudjarwoko SH., Sik., M.H., di dampingi oleh Kasat Reskrim polres Metro Jakarta Utara Kompol Wirdhanto Hadjcaksono, S.iK., M.Si., beserta anggota Personil Polres Metro Jakarta Utara dan para awak media.

Dalam keterangannya Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Sudjarwoko SH., Sik., M.H., menuturkan bahwa tersangka kasus persetubuhan yang dilakukan oleh guru silat terhadap muridnya, berinisial NK (40) yang tak lain adalah guru silat.

Adapun korbannya ada 2 (dua), yaitu, perempuan berinisial FW (18) masih pelajar dan AFF (14) juga masih pelajar.

Dalam hal ini, tersangka diamankan berikut barang bukti yang kita kumpulkan, diantaranya 1 visum et repertum, kemudian pakaian silat dari korban-korban 1 dan korban 2 termasuk pakaian dalam pakaian dalam dari kedua korban, tutur Kombes Pol Sudjarwoko SH., Sik., M.H.

Selanjutnya, kronologis kejadian guru silat ini memberikan iming-iming kepada kedua korban yang merupakan muridnya dalam perguruan pencak silat tersebut, dengan cara memberikan iming-iming.

“Yang pertama, apabila kedua murid ini akan menyempurnakan ilmunya maka kedua korban harus menuruti Apa yang diperintahkan oleh gurunya,” jelasnya.

Jika tidak, lanjut Kapolres, maka korban ini ditakut-takuti akan mengalami kesurupan yang akan masuk adalah rohnya mbah Gimbal.

Kedua, Apabila semua permintaan yang di sampaikan oleh guru silat ini dipenuhi salah satunya adalah mengecek keperawanan.

“Maka konsekuensinya nanti apabila sudah disuguhi berkali-kali keperawanan itu bisa kembali seperti sedia kala.”

Karena korbannya dapat di iming iming, sehingga perbuatan ini dilakukan berulang-ulang kali oleh tersangka NK (40).

Dari keterangan atau Pengakuan dari tersangka, sudah lebih dari 10 kali melakukan terhadap kedua korbannya ini, ungkapnya.

Kapolres juga menerangkan awal dari penangkapan tersangka ini bermula dari informasi dari masyarakat dan orangtua korban yang membuat laporan ke Polres Metro Jakarta Utara.

Sehingga kami melakukan proses penyidikan yang dipimpin oleh Kasat Reskrim bersama unit PPA berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka NK (40).

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, maka tersangka akan kita jerat dengan ancaman pasal 81 undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara Itu yang dapat kami sampaikan untuk siang ini, pungkasnya.
(Hy/Bs/Syamsoel)

error: Content is protected !!