BNNP NTB berhasil Gagalkan Pengiriman Shabu via Jasa Ekspedisi

Bagikan Berita

229 total views, 6 views today

kabarpolri.com – NTB – Badan Narkotika Nasional Provinsi Nusa Tenggara Barat (BNN NTB) berhasil mengungkap jaringan pengedar narkoba jenis Shabu – shabu yang melibatkan pelaku pria berinisial AG (33) dengan barang bukti Narkotika Jenis Sabu, seberat kurang lebih 500 Gram di kantor salah satu jasa pengiriman (ekspedisi) yang berada di Kota Mataram, NTB, Jum’at (9/8) kemarin.

Karo Humas dan Protokol BNN RI, Sulistyo Pudjo, membenarkan bahwa pihaknya menangani kasus tersebut yang menurutnya berawal dari adanya informasi Masyarakat pada Jumat (9/9). Berawal dari pihaknya yang telah mengamankan wanita inisial AF, karena mengambil 1 (satu) buah paket dari jasa pengiriman barang yang diduga narkotika golongan I jenis metamfetamin atau disebut sabu .

“Paket ini dikirim kepada seseorang berinisial ESP dari slah satu online shop di Jakarta. Setelah diinterogasi ternyata AF hanya dimintai tolong oleh saudara sepupunya sendiri yakni Tersangka AG via telpon melalui saudari S yang merupakan istri AG,” terangnya, melalui keterangan tertulis yang diterima KabarPolri.com di Jakarta, Kamis (15/8/19)

Menurut Pria lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 91 itu, setelah dipertemukan AG beserta istri S dengan sepupunya AF dan dilakukan intrograsi terhadap istrinya S maupun sepupunya AF. Menjelaskan, hanya disuruh oleh AG untuk mengambil paketan tersebut dan keduanya tidak mengetahui apa isi dari paketan tersebut.

“Sementara AG hanya mengetahui paketan tersebut berisi barang terlarang yang setiap pengiriman mendapatkan uang sebesar Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah) dari orang yang tidak dikenal dan hanya berhubungan melalui telpon,” bebernya.

Masih kata pria yang akrab di sapa Pak Pudjo itu, menurut hasil penyelidikan pihaknya, hingga saat ini tersangka menerima paketan sudah sebanyak 3 (tiga) kali, yang mana paketan sebelumnya telah diterima pada bulan April dan Mei Tahun 2019.

“Adapun tahapannya, AG setelah menerima paketan dari sepupunya, kemudian menunggu perintah dari seseorang yang tidak ia kenali melalui telpon dan kemudian melepaskan paketan dipinggir jalan sesuai arahannya, selanjutnya AG, tinggal menunggu transfer uang jasanya,” imbuhnya.

Lebih jauh, Jendral Polisi dengan Bintang Emas satu dipundaknya itu, menjelaskan, dalam kasus yang melibatkan AG pihaknya berhasil mengamankan Barang Bukti (BB) Paketan berbentuk kotak berisikan 5 (lima) bungkus plastik klip bening berisi sabu dengan berat bruto keseluruhan 493,20 gram, dan setelah dikurangi pembungkusnya didapatkan berat bersih keseluruhan 484,55 gram, yang terbungkus dalam amplop warna coklat dan plastik bubble wrap.

“Dari modus operandi kali ini dapat dipahami, bahwa Tersangka AG memanfaatkan keluarganya untuk mengedarkan narkotika. Kami mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada akan modus-modus peredaran narkoba, jangan sampai mudah menerima atau mengambil titipan barang dari sumber yang belum jelas,” himbau Pudjo.

Diakhir penyampaianya, perwira tinggi Polri yang khas dengan senyum simpul humanis, namun tegas dalam penegakan hukum tanpa tebang pilih seperti pimpinanya itu. Sebagai wujud ketegasan pihaknya dalam pemberantasan peredaran gelap narkotika di Negri ini, pihaknya akan menjerat Pelaku AG dengan Undang – Undang Narkotika.

“Kini AG telah diamankan BNN Provinsi NTB, dan dijerat dengan pasal 114 ayat (2) atau pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan diungkap kasus ini, apabila 1 gram dikonsumsi 6-5 orang maka BNN Provinsi NTB telah menyelamatkan 3000 jiwa masyarakat NTB,” pungkasnya.(hy/by)

About Us | Contact Us | Redaksi | Kode Etik Jurnalistik
error: Content is protected !!